Pada kesempatan ini saya akan menceritakan pengalaman saya pada
pertengahan Januari tahun 2001 tepatnya hari sabtu tanggal 20 Januari
2001.
Pukul 20:00 WIB bel pintu rumah kontrakanku berdering, ketika itu aku
di dapur sedang membuat mie rebus kesukaanku. Dengan berlari kecil
menuju pintu depan, lalu aku membuka pintu, ternyata yang datang ke
rumahku adalah Tante Lisa berserta temannya, aku belum kenal siapa dia.
“Hi Dedi.. apa kabar Sayang,” kata Tante Lisa.
“Ooo Tante, Silakan masuk Tan,” balasku sambil mempersilakan mereka duduk di sofa panjang di ruang tamu.
“Tan, maaf yach di tinggal dulu mo matiin kompor soalnya lagi masak mie nich..” kataku.
“Oh ya Ded.. silakan.” balasnya.
Seketika itu juga aku beranjak ke dapur. Dua menit kemudian aku
kembali ke ruang tamu lagi. Lalu aku di kenalkan dengan temannya oleh
Tante Lisa.
“Ded, kenalin nich temen tante,” katanya.
“Nining..” katanya.
“Dedi..” balasku.
Lalu terjadilah perbincangan antara kami bertiga, hingga akhirnya Tante Lisa mengajakku untuk ML bersama-sama.
“Ded, puasin kita dong.. mau khan?” kata Tante Lisa.
“Boleh.. kapan?” tanyaku pura-pura bodoh.
“Yach sekarang dong.. masa tahun depan sich,” kata Tante Nining.
“Ded.. Tante Lisa udah cerita tentang kamu, dan Tante Nining tertarik mau nyobain permainan kamu Ded,” katanya.
“Ah, Tante Nining ini ada-ada aza,” candaku.
Kemudian aku berdiri menuju sofa, dan aku duduk di tengah-tengah
mereka, tanganku mulai memegang dan meremas-remas payudara Tante Nining
dari luar bajunya, dan kulihat Tante Nining mendesis, dan dia hanya diam
saja sewaktu tanganku memainkan payudaranya. Lalu aku mulai mencium
bibirnya, bibirku dibalas oleh Tante Nining dengan ganasnya. Lidah kami
saling berpautan dan air ludah kami saling telan. Melihat aku dengan
Tante Tining sedang asyik bercumbu, tangan Tante Lisa mulai bergerilya,
meremas-remas batang kejantananku dari luar celanaku.prediksi bola
3 menit setelah aku selesai menikmati bibir dan aksi remasanku di
payudara Tante Nining, lalu aku mengajak mereka masuk ke dalam kamar
tidurku. Lalu kami bertiga masuk ke kamarku. Di dalam kamarku mereka
berdua melepaskan pakaiannya masing-masing hingga bugil. Alamak aku
sempat tertegun melihat kedua tubuh mereka dan kedua payudara serta
liang kewanitaan mereka yang indah itu. Payudara mereka sama besarnya,
cuma perbedaan dari mereka adalah bulu kemaluannya, bulu kemaluan Tante
Lisa sangat lebat dan hitam, sedangkan kewanitaan Tante Nining bersih
tanpa bulu.
Setelah mereka bugil, lalu mereka melucuti seluruh pakaianku
satu-persatu serta celanaku hingga bugil. Lalu aku naik ke atas tempat
tidurku. Aku mengatur posisi, posisiku tiduran terlentang, Tante Nining
kusuruh naik ke atas wajahku dan berjongkok lalu aku mulai mejilat-jilat
liang kewanitaannya dengan lidahku, sesekali jariku memainkan
klitorisnya dan memasukkan jariku ke dalam liang kewanitaannya yang
sudah basah itu, sedangnkan Tante Lisa kusuruh mengerjai batang
kejantananku. Batang kejantananku di kocok-kocok, dijilat-jilat dan
dikulum ke dalam mulutnya hingga semua batang kejantananku masuk ke
dalam mulutnya. Terasa nikmat sekali ketika batang kejantananku
dikenyot-kenyot oleh Tante Lisa.
Selang 10 menit aku melihat Tante Lisa mulai mengubah posisinya, dia
berjongkok di atas selangkanganku dan batang kejantananku diarahkan ke
liang kewanitaannya dengan tangannya dan.., “Bleess.. bleess..” masuklah
batang kejantananku ke liang senggamanya dan terasa hangat dan sudah
basah. Lalu Tante Lisa menaik-turunkan pantatnya, terdengar suara
desahan-desahan nikmat yang keluar dari mulut Tante Lisa,
“Hhhmm..aakkhh.. aakkhh.. hmm..” Tante Lisa terus menaik-turunkan
pantatnya dan sesekali memutar-mutar pantatnya.
Saat menikmati hangatnya liang kewanitaan Tante Lisa, aku masih terus menjilat-jitat dan mengocok
jariku ke liang kewanitaan Tante Nining. Ketika sedang asyiknya menjilat
liang kewanitaan Tante Nining, lidahku merasakan suatu cairan kental
yang keluar dari liang kewanitaan Tante Nining, lalu kusedot dan kutelan
air kenikmatan Tante Nining itu dan kubersihkan liang kewanitaannya
dengan lidahku. Sepuluh menit kemudian kulihat Tante Lisa sudah tidak
tahan lagi dan akhirnya, “Crreett.. crreett..” air maninya mangalir
deras membasahi batang kejantananku, seketika itu Tante Lisa kerkulai
lemas di sampingku dan kini batang kejantananku sudah terlepas dari
liang senggamanya.
Lalu aku mngubah posisi, kini Tante Nining kusuruh menungging dan
dari belakang kuarahkan batang kejantananku ke liang senggamanya,
“Bleess.. bleess..” aku mulai mengocok-ngocok batang kejantananku di
liang kewanitaannya dari belakang, aku terus memaju-mundurkan batang
kejantananku, sembari tanganku meremas-remas payudara yang menggantung
dan bergoyang-goyang itu. Rintihan nikmat pun terdengar dari mulutnya,
“Aakhh.. aakkhh.. terus sayang.. enak.. aakkh.. hhmm..” Ketika batang
kejantananku keluar masuk di liang kewanitaannya, di balas juga oleh
Tante Nining dangan memaju-mundurkan pantatnya.
Selang 20 menit aku merubah posisi lagi, kini kuatur posisi Tante
Nining tiduran terlentang lalu kuangkat kedua kakinya ke atas, kubuka
lebar-lebar pahanya, lalu kuarahkan kembali batang kejantananku ke liang
kewanitaannya dan.., “Bleess.. bless..” batang kenikmatanku masuk ke
liang kewanitaannya lagi, aku mulai mamaju-mundurkan pinggulku.
10 menit kemudian dia sudah tidak tahan lagi ingin keluar, “Aakhh..
akhh..Say, Tante udah nggak tahan lagi pengen keluar..” rengeknya. “Dedi
belom mo keluar nich Tan.. kalo mo keluar keluarin aza,” kataku dan
akhirnya, “Creet.. creett.. creett..” dia sudah mencapai puncak
kenikmatannya. Dan dia pun terlihat lelah karena puas. Karena aku belum
mencapai puncak kenikmatan lalu aku merubah posisi dengan gaya “side to
side”, (satu kaki Tante Nining diangkat ke atas sedangkan kaki satunya
tidak diangkat, sedangkan posisi tubuh miring).
Kukocok-kocokkan batang kejantananku dengan tempo sedang di liang
senggamanya, dan 20 menit kemudian aku merasakan sepertinya aku akan
menemui puncak kenikmatan, lalu aku mempercepat gerakanku, kukocok
dengan tempo cepat dan agak kasar di liang kewanitaannya dan terdengar
rintihan kesakitan dan rasa nikmat yang terdengar dari mulutnya. “Ouw..
aahhkk.. aakkhh.. aakhh..” kemudian kucabut dan kuarahkan batang
kejantananku ke wajah Tante Nining dan, “Creet.. creett.. creett..”
spermaku muncrat di wajahnya. Lalu batang kejantananku kuarahkan ke
mulutnya minta dibersihkan oleh Tante Nining dengan lidahnya dan aku pun
terkulai lemas di tengah kedua tante itu.
Lima belas menit setelah mengatur nafas dan melihat kemolekan kedua
tubuh tante itu, batang kejantananku sadah mulai berdiri lagi dan
mengeras, kini sasaranku adalah Tante Lisa. Kuangkat tubuh Tante Lisa
dan aku menyuruhnya menungging, lalu batang kejantananku kuarahkhan ke
lubang pantatnya dan, “Bleess.. bleess..” batang kejantananku sudah
masuk ke dalam lubang pantatnya, aku mulai mengocok-ngocok kembali
batang kejantananku di pantatntya, “Aaakkhh.. aakkhh.. hhmm..” cuma itu
yang keluar dari mulut Tante Lisa saat aku menusuk-nusuk pantatnya.
Selang 5 menit aku kembali merubah posisi, aku duduk di pinggir ranjang dan Tante Lisa duduk di atas
selangkanganku menghadapku. Lalu, “Bless.. bleess..” kini batang
kejantananku bukan di lubang pantatnya lagi tetapi dimasukkan ke liang
kewanitaannya. Tante Lisa mulai menaik-turunkan pantatnya di atas
selangkanganku dan sambil menikmati gerakan dari posisi itu aku
meremas-remas kedua payudaranya dan kusedot-sedot bergantian,
kugigit-gigit puting susunya dan dari payudara itu keluar suatu cairan
dari putingnya.
Ternyata yang keluar itu adalah air susunya, langsung saja kusedot
dan rasanya nikmat sekali. Ketika aku menyedot air susunya semakin kuat
desahan Tante Lisa. Setengah jam kemudian kami sama-sama mencapai puncak
kenikmatan dan, “Creett.. crreett.. creett..” kami berdua keluar dan
terkulai lemas di tempat tidur dengan batang kejantananku yang masih
menancap di liang kewanitaannya.
Kami bertiga akhirnya tertidur kelelahan, keesokan paginya kami pun
melakukan hubungan lagi bertiga di kamar tidur maupun di kamar mandi
saat kami mandi bersama. Setelah permainan dan mandi bersama itu selesai
kemudian kedua tante itupun pulang.
Nah bagi pencinta zona exotic, anda boleh percaya atau tidak dengan
pengalaman seks saya sebagai Gigolo di Bandung, itu hak anda untuk tidak
percaya maupun percaya tetapi ini benar kejadian yang kurasakan
sendiri, 100% kejadian benar.
No comments:
Post a Comment